BEKAL MENCARI NAFKAH

Seseorang yang akan mencari nafkah, baik sebagai pedagang, pekerja upahan, pegawai atau profesi lainnya, hendaklah memperhatikan dua perkara penting berikut ini:

Pertama : Ilmu.

Berilmu sebelum berkata dan berbuat! Ini adalah prinsip yang sudah disepakati bersama. Namun dalam prakteknya, prinsip ini hanya tinggal prinsip. Berapa banyak orang-orang yang menganut prinsip ini, justru melanggarnya, apalagi orang-orang yang tidak mengetahuinya. Demikian pula dalam masalah jual beli. Seseorang hendaklah memahami apa saja yang wajib dia ketahui berkaitan dengan amalan yang akan dia kerjakan.

Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu pernah melarang para pedagang (pelaku pasar) yang tidak mengetahui hukum-hukum jual beli untuk memasuki pasar. Minimal, ia harus mengerti hal-hal penting yang wajib diketahuinya. Sebagai contoh, sebagai pedagang, ia harus mengetahui waktu-waktu larangan untuk berjual beli. Misalnya, pada waktu akan ditunaikan shalat Jum’at. Dasarnya ialah firman Allah:

Al Qur'an Surat Al Jumu'ah (Hari Jumat) ayat (9)

Demikian pula, ia mesti tahu tempat-tempat larangan untuk berjual beli, masjid misalnya. Dasarnya ialah hadits riwayat ‘Abdullah bin ‘Amru Radhiyallahu ‘anhu , bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm melarang berjual beli di dalam masjid. [HR Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah].

Seorang pedagang juga harus tahu barang apa saja yang dilarang diperjual-belikan. Misalnya, minuman keras, bangkai, anjing, babi dan lainnya. Dasarnya ialah hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Hadits Dari Abu Hurairah

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan mengharamkan hasil jual beli khamr, mengharamkan bangkai dan hasil jual beli bangkai, dan mengharamkan babi serta mengharamkan hasil jual beli babi”.

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Hadits dari Abdullah bin Abbas Rah

“Hasil penjualan khamr haram, hasil melacur haram, hasil penjualan anjing haram, main dadu haram. Apabila pemilik anjing datang kepadamu meminta hasil penjualan anjingnya, maka sesungguhnya ia telah memenuhi kedua tangannya dengan tanah. Khamr, judi dan setiap minuman yang memabukkan adalah haram”.

Seorang pedagang juga dilarang berlaku curang dalam timbangan dan takaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Al Qur'an Surat Al Muthaffifiin (Orang-orang Yang Curang) ayat (1)Al Qur'an Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang) ayat (2)Al Qur'an Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang) ayat (3)

Semua itu hanya dapat diketahui dengan ilmu. Dan masih banyak lagi perkara lain yang berkaitan dengan larangan-larangan dalam jual beli yang harus diketahui seorang pedagang, baik menyangkut waktu, tempat, barang, etika dan tata caranya.

Sebagai pegawai, seseorang juga harus mengetahui apa saja yang dilarang berkaitan dengan pekerjaannya. Misalnya, seorang pegawai dilarang mengambil hadiah saat tugas atau dinas, karena hal itu termasuk ghulul (komisi) yang diharamkan. Diriwayatkan dari Abu Humaid As Saa’idi Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah berkata:

Hadits dari Abu Humaid As Saa'idi rah

“Hadiah bagi para amil (pegawai) termasuk ghulul! [Hadits shahih. Telah dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albaani dalam Irwaaul Ghalil 2622].

Tentu saja, bila seseorang tidak mengetahui hal-hal tersebut ia bisa terjatuh ke dalam perkara haram.

Kedua : Takwa.

Firman Allah dalam surat Ath Thalaaq:

Al Qur'an Surat Ath Thalaaq (Talak) ayat (2) Al Qur'an Surat Ath Thalaaq (Talak) ayat (3)

Ujung ayat ke dua diatas pada hakikatnya adalah pedoman sejati bagi hidup berumah tangga. Entah bercerai yang akan terjadi, entah rujuk kembali namun suatu hal yang perlu kita ingat bahwa memelihara keluarga adalah suatu seni hidup yang bukanlah mudah. Kadang angin sepoi-sepoi berhembus sejuk membawa udara baru kedalam rumah tangga, membawa kesegaran. Tetapi kadang kala malapetaka datang timpa bertimpa, belum habis satu masalah tetapi masalah yang baru sudah muncul. Orang yang miskin mengeluh tentang kemiskinannya, Orang yang kaya sibuk terus mengurus harta kekayaannya. Bahkan ada orang yang sewaktu ia masih berpencaharian sederhana, dia merasa bahagia dalam rumah tangganya, tetapi setelah ia memiliki kekayaan dan kemewahan, dia tidak lagi merasakan kebahagiaan itu. Bertambah banyak hartanya bertambah banyak pula dia rasa kekurangan dalam hidupnya.

Seribu satu persoalan dapat terjadi dalam rumah tangga, diantara suami dengan isteri, diantara orang tua dengan anak-anak, diantara rumah tangga kita dengan orang lain, dengan mertua dengan menantu, dengan ipar, besan dan lain-lain.


Maka diujung ayat 2 diatas Allah memberi petunjuk bahwa dengan berpegang teguh kepada Allah, yang berarti hubungan yang tidak putus dengan-Nya, seorang mukmin akan sanggup menghadapi dan mengatasi segala kesulitan. Allah akan membukakan bagi seorang mukmin jalan keluarnya (penyelesaiannya) dengan cara seperti pada pangkal ayat 3 yakni memberinya rezki yang tidak disangka-sangka datangnya. Kedua kalimat diatas, ujung ayat 2 dan pangkal ayat 3, sungguh-sungguh sesuatu diluar perhitungan manusia.


Memang banyak hal didunia ini diluar perhitungan manusia.” Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Dia-lah penjaminnya. Keajaiban itu akan dirasakan dan dialami oleh orang yang benar-benar bertakwa dan benar-benar bertawakkal.


Takwa kepada Allah menyebabkan jiwa mendapat thuma’ninah. Dia akan bersabar ketika percobaan Allah datang dan dia akan bersyukur ketika nikmat tiba. Dia bertawakkal kepada Allah, menyerah dengan sebulat hati dan yakin bahwa Allah tidak akan mengecewakannya.


Pendirian yang demikian itu menyebabkan dia tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Pengalaman manusia berkali-kali menunjukkan kesusahan tidaklah tetap susah saja, bahwa hidup adalah pergantian antara susah dengan senang. Karena keyakinan demikian teguh maka pintu yang tertutup bagi orang lain namun bagi orang yang bertakwa menjadi terbuka. Perbendaharaan orang yang bertawakkal tidaklah dibiarkan Allah menjadi kering ;ketika akan kering maka datang bantuan baru yang tidak disangka-sangka.

Oleh sebab itu maka bagaimanapun keadaan diri kita, senang atau susah, janganlah lupa mengingat Allah. Shalat lima waktu jangan dilalaikan, karena shalat itu sangatlah penting bagi hidup. Ingatlah !!, khasiat shalat itu sebenarnya kembali untuk diri kita sendiri.


Demikianlah dua perkara penting yang harus dimiliki, yaitu ilmu dan ketakwaan. Jadilah pedagang atau pegawai yang berilmu dan bertakwa, sebab ilmu dan takwa itu merupakan kunci kesuksesan dalam mencari rezeki yang halal lagi baik.