MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH

Dalam Surat Al Baqarah Allah berfirman:

Al Qur'an Surat Al Baqarah (Sapi Betina) ayat (261)Al Qur'an Surat Al Baqarah (Sapi Betina) ayat (262)Al Qur'an Surat Al Baqarah (Sapi Betina) ayat (271)Al Qur'an Surat Al Baqarah (Sapi Betina) ayat (272)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa  Nabi saw bersabda,”Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi , dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ’Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yangs satu berkata.’Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.”.

Imam Nawawi rah menulis bahwa pengeluaran harta yang disukai adalah pengeluaran untuk amal-amal yang baik, menafkahi keluarga, menjamu tamu, dan sebagainya. Qurthubi rah berkata bahwa membelanjakan harta seperti ini termasuk ibadah fardhu dan sunnah, maka ia tidak termasuk yang didoakan dalam keburukan tersebut.

Dalam surat Saba ayat ke 39 bagian-3 diatas terdapat penegasan terhadap hadits ini yang maksudnya adalah, apa saja yang kita infakkan, maka Allah SWT akan menggantinya. Berkenaan dengan hal diatas banyak dikutip riwayat-riwayat lain yang mendukung penegasan maksud tersebut.  Abu Darda’ r.a meriwayatkan sabda Nabi SAW, bahwa ketika matahari terbit, muncullah malaikat yang menyeru dari dua arah. Semua makhluk mendengar seruannya, kecuali jin dan manusia. Diserukan, “Wahai manusia, berjalanlah kearah Rabbmu. Sesuatu yang sedikit tetapi mencukupi keperluan, itu lebih baik daripada sesuatu yang banyak tetapi menyebabkan lalai kepada Allah SWT”. Dan ketika matahari terbenam, dua malaikat muncul dari dua arah lalu berdoa dengan suara keras, ”Ya Allah, berilah balasan kepada orang-orang yang bakhil dalam menginfakkan hartanya.”(Allamah Aini dari riwayat ahmad).