BALASAN ORANG YANG TIDAK MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH

Kenyataan dan pengalaman kita lihat menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang mengumpulkan dan menyimpan harta telah disulitkan oleh hartanya sendiri, sehingga menyebabkan harta mereka menjadi binasa. Sebagian dari mereka ada yang menghadapi kasus sehingga harus berurursan dengan pengadilan, sebagian lagi menghabiskan harta mereka dalam permainan, ada pula menjadi sasaran pencuri dan sebagainya. Ibnu Hajar rah menuliskan bahwa terkadang suatu kehancuran terjadi pada hartanya, terkadang juga menimpa pemiliknya, dan terkadang pemiliknya dijauhkan dari amal shalih. Sebaliknya, barangsiapa menafkahkan hartanya (dijalan Allah), maka hartanya akan diberkahi.  Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa barangsiapa menyedekahkan hartanya dengan baik, maka Allah SWT akan menjaga harta yang ditinggalkannya (Ihya). Yakni bahkan setelah kematiannya, ahli warisnya tidak merusak hartanya dan tidak membelanjakan hartanya untuk hal yang sia-sia. Inilah keterangan tentang harta yang berkah yang saya cari-cari ketika saya memulai menulis tentang masalah ini (penulis).

Apabila harta tidak disedekahkan, pada umumnya harta itu akan mendatangkan akibat buruk kepada anak-anaknya setelah ia meninggal dunia. Bahkan sekiranya hak orang lain tersebut tidak kita keluarkan?. Maka Allah akan merampas dengan cara yang tidak kita sangka dan tidak kita sukai. Bagaimana Caranya?. Mari kita tanya diri kita masing-masing. Pernahkah kita mengalami peristiwa kehilangan barang berharga, atau barang kita rusak secara tidak wajar, atau kita terpaksa mengeluarkan biaya karena suatu peristiwa yang tidak kita duga?. Jika pernah, coba tanyakan lagi pada diri kita masing-masing, sudahkah kita keluarkan harta yang bukan menjadi hak kita tersebut? Jawabannya pasti TIDAK.

Peristiwa-peristiwa tersebut tanpa kita sadari terjadi dikarenakan kelalaian kita memakan harta yang bukan menjadi hak kita. Tetapi tidak mengapa, dengan dibersihkannya harta yang bukan hak kita itu, justru seharusnya kita menjadi gembira dan ikhlas atas kehendak Allah dan kedepan dapat memperbaiki diri. Maka mulai saat ini keluarkanlah harta yang bukan menjadi hak kita berupa zakat atau infak wajib. Hal ini telah diatur dalam islam.

Al Qur'an surat At Taubah ayat (24)AL Qur'an surat At Taubah ayat (103) Didalam Surat Al Baqarah ayat 126 Allah berfirman:

Al Qur'an surat Al Baqarah (Sapi Betina) (126 ) Pada ayat tersebut diatas Allah telah memberikan penjelasan, bahwasanya dalam soal makanan dan buah buahan kita manusia diperlakukan secara adil. Semuanya akan diberikan makanan. Semuanya akan diberi buah-buahan, baik mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, ataupun mereka kufur. Oleh sebab itu dalam urusan dunia ini, orang yang beriman maupun orang kafir akan sama-sama diberi makan. Beratus tahun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail wafat, telah banyak pendududk di lembah Makkah itu yang menyembah berhala namun makanan dan buah-buahan mereka dapat juga. Sebab demikianlah keadilan Allah dalam kehidupan dunia ini. “Kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali” (ujung ayat 126).

Walaupun kadang-kadang rezki yang diberikan Allah kepada orang kafir itu lebih banyak daripada yang diberikan kepada orang yang beriman. Tetapi banyak atau sedikit pemberian Allah diatas dunia ini, dalam soal kebendaan belumlah boleh dijadikan ukuran. Nanti dia akhirat baru diperhitungkan diantara yang beriman dan yang kufur.

Yang kufur kepada Allah, habislah reaksinya sehingga berakhir hidupnya. Ujian akan diadakan lagi di akhirat. Betapapun kaya raya, banyaknya tanam-tanaman, buah-buahan didunia ini tidak akan ada lagi setelah gerbang maut dimasuki. Orang yang kaya kebendaan itu  tetapi miskin jiwanya, gersang dan sunyi daripada iman, adalah neraka yang menjadi tempatnya.

Beralih kepada kaum muslimin, Nabi bersabda:

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas tiap-tiap hartawan muslim suatu kewajiban sedekah (zakat) yang dapat menaggulangi kemiskinan. Tidaklah mungkin seorang fakir (yang kekurangan) menderita kelaparan atau kekurangan pakaian (telanjang) kecuali oleh sebab kebkhilan yang dilakukan oleh orang-orang hartawan  muslim. Ingatlah, bahwa Allah akan melakukan perhitungan yang teliti (meminta pertanggungjawaban) atas mereka, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih (HR. Asbahaany)

Satu lagi yang perlu untuk diketahui bahwa apabila kita terbelit hutang piutang, ingatlah bahwasanya sedekah merupakan salah satu dari 3 (tiga) amalan yang akan membuka pintu rezki manusia. (Dua amalan lain adalah shalat Dhuha dan Silaturahmi). Bayarlah hutang kepada Allah niscaya Allah akan membantu menyelesaikan hutang-hutang kita dengan manusia dengan cara yang tidak  kita duga-duga. Hal ini disebutkan pada  firman Allah SWT pada surat Ath Thalaaq ayat (2 & 3) diatas.