NASIHAT NABI SAW KEPADA ZUBAIR DAN SELURUH  MANUSIA

Dari Asma Rah, Nabi SAW bersabda: ”Infakkanlah (sebanyak mungkin), jangan menghitungnya (jika menghitungnya), maka Allah SWT akan memberimu dengan dihitung-hitung. Dan jangan kamu menyimpan hartamu, nanti Allah SWT akan menyimpan pemberiannya (sedikit memberi) belanjakanlah hartamu semampumu (Muttfaq alaih, Misykat)

Asma rha dan Aisyah rha adalah kakak beradik. Dalam hadits ini Nabi SAW telah menganjurkan agar memperbanyak sedekah melalui beberapa cara yakni:

1.  Membelanjakan harta sebanyak-banyaknya. Akan tetapi sedekah yang disukai adalah sedekah yang menurut syari’at dan di tempat-tempat yang diridhai Allah SWT. Sedekah yang tidak sesuai dengan syariat tidak akan mendatangkan pahala, bahkan akan mendatangkan musibah.

2.Nabi SAW benar-benar melarang menghitung-hitung dalam bersedekah. Dan ini menguatkan cara yang pertama. Alim ulama menafsirkan hal tersebut dengan dua maksud, Yakni : (a). menghitung dan menyimpan harta . Maksudnya adalah apabila kita menghitung-hitung dan menyimpan harta, maka Allah SWT akan menyempitkan rezkinya. (b). Ketika kita memberi sesuatu kepada peminta-minta atau siapa saja, janganlah memberinya dengan menghitung-hitung. Dengan demikian, Allah SWT  akan memberikan pahala dan balasannya tanpa batas. Hal tersebut ditegaskan dengan sabdanya, “Jangan menyimpan dan menumpuk hartamu. Apabila kamu menyimpannya sehingga tidak bersedekah dijalan Allah SWT, maka karunia dan kebaikan Allah juga akan ditangguhkan.

Nabi SAW menegaskan lagi,”Bersedekahlah menurut kemampuanmu” yaitu janganlah ragu dalam hal banyak atau sedikitnya jumlah harta yang kita sedekahkan.

Allamah Suyuthi rah telah meriwayatkan suatu kisah dari Zubair ra, bahwa secara khusus Rasulullah SAW telah mengajarkan Zubair ra  agar bersedekah.

Zubair ra berkata: “Pada suatu ketika, saya datang kepada Rasulullah SAW dan duduk dihadapan beliau. Kemudian (sebagai perhatian dan peringatan) Rasulullah SAW memegang ujung belakang surban saya dan bersabda,”Wahai Zubair, aku adalah utusan Allah SWT, kepadamu secara khusus, dan seluruh manusia secara umum (yakni masalah ini disampaikan secara khusus dari Allah SWT), tahukah kamu, apa yang difirmankan oleh Allah SWT?.’’ Maka saya menjawab, ‘Allah dan Rasulnya lebih tahu’.

Rasulullah bersabda,’Ketika Allah SWT bersemayam di Arsy-Nya, Allah SWT memandang kepada hamba-Nya dengan pandangan kasih sayang’, lalu berfirman,’Wahai hamba-hamba-Ku, kalian adalah makhluk-Ku , dan Aku adalah Rabb kalian. Rezki kalian  berada dalam genggaman-Ku. Janganlah kalian menyusahkan diri kalian mengenai masalah yangmenjadi tanggungan-Ku. Mintalah Rezki kepada-Ku.’

Setelah itu Rasulullah bersabda,’Tahukah kamu, apa lagi yang difirmankan Rabbmu?’ Allah SWT berfirman,‘Wahai hamba-Ku, belanjakanlah hartamu untuk orang lain, Aku akan memberikan nafkah kepadamu. Berbuat lapanglah kepada orang lain. Aku akan membuat lapang kepadamu . Jangan sempitkan pemberianmu kepada manusia, agar aku tidak menyempitkan pemberian-Ku. Janganlah kamu menahan pemberian kepada orang lain, agar aku tidak menahan pemberian-Ku kepadamu. Janganlah kamu timbun simpananmu, agar Aku tidak menyimpannya (tidak menahan pemberian-Ku kepadamu)’.

Pintu rezki terbuka dari atas langit ketujuh, dan berakhir di Arsy. Pintu ini tidak tertutup pada malam dan siang hari. Melalui pintu tersebut, Allah SWT selalu menurunkan rezki kepada setiap orang. Setiap orang diberi rezki menurut niatnya, pemberiannya, infaknya dan sedekahnya. Barangsiapa banyak berinfak, maka rezkinya akan diperbanyak. Sebaliknya, barangsiapa sedikit berinfak, maka rezkinya akan dikurangi. Barangsiapa yang berhemat dan menyimpan, akan dilambatkan baginya (pemberian Allah SWT).

Wahai Zubair, makanlah sendiri dan beri makanlah orang lain, dan jangan menyimpannya, niscaya bagimu akan disimpan (pahalanya). Jangan menghitung-hitung agar pemberian-Nya  kepadamu juga tidak dihitung-hitung. Janganlah menyempitkan orang lain agar kamu tidak disempitkan. Janganlah menyusahkan manusia, agar kamu tidak disusahkan.

Wahai Zubair, Allah SWT menyukai kemurahan dalam pemberian, bukan kebakhilan. Kedermawanan berasal dari Allah SWT dan kebakhilan berasal dari keraguan kepada Allah SWT. Barangsiapa sempurna keyakinannya kepada Allah SWT, maka ia tidak akan masuk neraka Jahannam. Barangsiapa  ada keraguan dalam keyakinannya kepada Allah SWT, maka ia tidak akan masuk syurga.

Wahai Zubair, Allah SWT menyukai kedermawanan, walaupun hanya dengan sebiji kurma. Dan Allah SWT menyukai keberanian, walaupaun hanya membunuh seekor ular atau kalajengking (dan bencana lainnya). Dan ketika syahwat mulai timbul (dan angan-angan nafsu).  Allah SWT, menyukai keyakinan yang berkembang keseluruh jasad (dan menekan hawa nafsu dari memenuhi angan-angannya). Berkenaan dengan agama, Allah SWT menyukai ketakwaan pada saat datanganya perkara yang buruk dan haram.

Wahai Zubair, hormatilah saudar-saudaramu, muliakanlah orang-orang shalih, hormatilah orang-orang yang baik, berbuat baiklah kepada tetangga-tetanggamu, janganlah berjalan bersama orang-orang yang fasik.

Barangsiapa memperhatikan semua ini, maka ia akan masuk syurga tanpa adzab dan siksa. Ini adalah nasihat Allah SWT untukku, dan nasihatku untukmu.

 

Alhamdulillah selesai ditulis dan selesailah pertanyaan2 ini bagiku, 

Medan-Kamis 9 Juni 2011 jam 2:42 am.

Burhanuddin, ST

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Sumber:

DURRATUN NASHIHIN, Usman Alkhaibawi,Alih Bahasa Abdullah Shonhaji;Penerbit: Almunawar Semarang

PEMANTAP HATI, Syaikh ahkmad bin Abdulkarim al-Hasawi Asy-Syajjar ;Alih Bahasa H.M.H al-Hamid al_Husaini; Pustaka Hidayah

FADILAH SEDEKAH, Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi; Alih Bahasa: Ustadz Ali Mahfuzi; Pustaka As Shaff

TAFSIR AL AZHAR, Prof HAMKA; Penerbit: Panji Masyarakat

Software Al Qur’an digital V2.1

http://almanhaj.or.id/

http://taqwadantawakal.blogspot.com/

Bulletin ESQ PALMINDO No.165