Apa sebenarnya ilmu sihir itu?

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, mendefinisikan ilmu sihir sebagai ilmu yang melibatkan kekuatan-kekuatan alam dan kekuatan makhluk halus, yaitu setan, untuk mengelabui atau menipu seseorang.

Jadi kalau seseorang itu tersihir, dia melihat sesuatu tidak seperti hakekatnya, atau merasakan sesuatu tidak seperti aslinya. Ketika Nabi Musa berhadapan dengan tukang-tukang sihir Firaun, kemudian tukang sihir itu melemparkan tali dan tongkat mereka, massa yang hadir melihat tali-tali dan tongkat itu berubah menjadi ular, tapi bagi tukang-tukang sihir itu tetap terlihat sebagai tali.

Makanya ketika Nabi Musa melemparkan tongkatnya dan berubah jadi ular benaran, tukang-tukang sihir itu kaget, terperangah, dan langsung mengimani apa yang dibawa oleh Nabi Musa, yaitu beriman kepada Allah.

Bagaimana hubungan yang terjadi antara manusia dan makhluk ghaib?

Sebetulnya kita diciptakan Allah di alam masing-masing. Kita mempunyai alam sendiri, mereka mempunyai alam sendiri. Kita tidak ada urusan dengan kehidupan mereka, karena memang kita tidak diperintahkan oleh Allah untuk berinteraksi dengan mereka.

Sayang, banyak orang tertipu. Ketika berusaha interaksi dengan jin atau setan, setan itu akan tampil sebagai sosok jin muslim, atau mengaku sebagai kyai atau ustadz, padahal mereka itu setan, musuh kita. Mereka bisa saja tampil sebagai sosok Syekh Abdul Qodir Djailani, atau bahkan sosok Jibril, padahal bukan. Meski demikian, toh ada saja orang yang mau terpedaya dan ingin menggunakan kekuatan jin dengan ilmu sihir.

Tapi perlu dicatat baik-baik, jin tidak pernah membantu manusia tanpa kompensasi. Dan kompensasi yang paling diincar adalah aqidah atau sejauhmana orang itu bisa dibawa supaya  syirik kepada Allah, kafir pada Allah. Dalam dunia perdukunan berlaku hukum, semakin kufur seorang dukun kepada Allah, maka semakin kuatlah daya kekuatan perdukunannya itu. Kenapa? karena akan semakin banyak setan yang membantunya.

Bagi manusia yang menjalin hubungan dengan makhluk ghaib ini, bagaimana prosesnya?

Ada ritualnya. Tentu saja ritual yang menyimpang, entah itu memberikan sesajen, menyembelih binatang tertentu sebagai tumbal, atau cara-cara lain seperti melecehkan Al Quran. Misalnya saja, ada seorang dukun yang butuh bantuan, dia diminta mengambil mushaf lalu dikencingi, atau membuang kotoran di atas mushaf itu. Itu adalah kompensasi yang diminta oleh jin.

Ketika orang itu kufur kepada Allah, maka setanlah yang menjadi temannya. Itu sudah dijelaskan oleh Allah dalam surat Az-Zukhruf ayat 36.

Al Quran Surat Az Zukhruf ayat 36Akibatnya ketergantungannya kini tidak lagi kepada Allah, tetapi kepada jin atau setan. Dan inilah misi yang diemban oleh jin, berusaha menggelincirkan manusia kepada kesyirikan, memalingkan manusia dari Allah SWT. Kini kita lihat, banyak sekali cara-cara mendatangkan setan. Yang populer di kalangan anak muda misalnya main jailangkung. Padahal, setan itu, tanpa diundang, memang akan selalu hadir untuk menggoda kita. Apalagi kalau diundang.

Apakah jin memang bisa dipelihara?

Bisa, dan jin itu senang karena apa yang dia lakukan berarti membantu manusia lupa dari Allah, serta menggelincirkan manusia dari tauhid, sesuailah dengan misinya. Sementara bagi manusia yang berkolaborasi dengan jin, ia merasa mendapat keuntungan, karena jin memang mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki manusia, misalnya bisa bergerak cepat.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi persoalan makhluk ghaib ini?

Sebagai mukmin kita harus mengikuti rambu-rambu yang diperintahkan oleh Allah dalam AlQuran. Dalam surat Al-Baqarah ayat 1-5, Allah SWT menjelaskan, termasuk ciri orang muttaqin adalah beriman pada alam ghaib. Tapi kita tidak boleh berbicara atau mengulas apapun yang berkaitan dengan alam ghaib ini,kecuali yang sesuai dengan Al Quran dan hadits.

Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 1Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 2Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 3Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 4Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 5

Dalam surat Al-Jinn ayat 26-27, Allah menyatakan, yang mengetahui hal yang ghaib hanyalah Allah dan Allah tidak menampakkan yang ghaib kepada seorangpun, kecuali kepada RasulNya. Berarti, ada keghaiban yang memang diberitahukan kepada RasulNya. Karena itu sejauh yang diberikan kepada RasulNya, hanya itulah yang harus kita ambil. Kalau tidak ada dalam Al Qur’an dan hadits, kita ucapkan ‘wallahu a’lam’.

Al QuranSurat Al Jin Ayat 26-27Kalau ada orang yang terkena gangguan setan, bagaimana mengatasinya?

Ruqyah adalah cara yang telah dicontohkan Rasulullah untuk mengusir gangguan setan pada diri seseorang. Perlu diketahui, gangguan setan tidak hanya berwujud fisik, yang membuat orang menjadi seperti orang gila atau stres. Tapi banyak juga dijumpai gangguan nonfisik dalam diri kita, seperti muncul kesombongan, iri dan dengki. Itu semua adalah penyakit-penyakit yang dihembuskan setan kepada kita.Di sini harus kita pahami bahwa gangguan itu tidak hanya soal fisik seperti kesurupan.Termasuk gangguan setan juga adalah menghalangi seseorang dari kemauan menutup aurat, atau tidak rajin shalat. Hanya saja kebanyakan orang tidak merasa kalau diganggu.

Wallahu A’lam. Disadur dari berbagai sumber

Mari bertobat dari melakukan perbuatan Syirik 

“ Sesungguhnya Allah Tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar”. An-Nisa(4):48

Syirik adalah Dosa Besar, Janganlah sampai mati masih dalam keadaan melakukan perbuatan syirik, Yang termasuk kategori syirik: Jimat, keris pusaka, susuk, makam keramat dan sejenisnya, kemudian benda2 itu dijadikan andalan sebagai pelindung keselamatan, pemberi rezeki dll. Meskipun harus diakui bahwa benda2 itu mempunyai kekuatan gaib namun janganlah sampai -tergoda untuk menggunakannya sebagai pelindung keselamatan. Allah Murka.

Sesesat-sesatnya perbuatan manusia adalah Syirik. Dosa akibat perbuatan syirik tidak akan pernah diampuni Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Oleh karena itu, satu-satunya jalan bagi orang yang pernah melakukan perbuatan syirik untuk menuju syurga, adalah disamping bertaubat nasuha harus dibarengi dengan memperbanyak perbuatan amal sholeh. Karena dengan begitu, insya Allah, dosa besar akibat syirik yang pernah dilakukannya dapat balance dengan pahala yang dianugerahkan-Nya. Renungkan firman Allah pada surat, Al-An’am(6), 14 & 160; Al-Anfal(8):29; Al-Jin(72):6.

Sumber: Bahan Renungan Kalbu, Ir. Permadi Alibasyah

 Kembali ke Bag-1